by

Puncak Rangkaian GNRM UMRAH Di Tutup Dengan Kegiatan Seminar Pejuang Muda.

InDepthNews.id (Tanjungpinang) – Dalam rangka melaksanakan rangkaian terakhir Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) yang bertepatan
dengan hari Sumpah Pemuda, TIM Pokja GNRM UMRAH melaksanakan Seminar Pejuang Muda dengan Tema ” Generasi Tangguh Covid-19 Melalui Pangan Sehat Produk Olahan Perikanan” yang bertempat di Auditorium Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau, pada Kamis (28/10)

Acara seminar itu di hadiri oleh Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi DEA, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Dr. Ir. Ersti Yulika Sari, S.Pi M.Si, Dekan Fakultas Teknik, Sapta Nugraha S.T M.Eng., dan menghadirkan Narasumber Ir. Ichsan Firdaus Anggota DPR RI Komisi IV, Pimred Media Tempo Bapak Setri Yasra, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK drg. Agus Suprapto, M.Kes dan Kaisar Akhir, S.Kel M.Sc M.B.A founder dan Ketua Umum Maritim Muda Nusantara. Kegiatan berjalan secara hybrid yaitu offline dan online.

Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi DEA Saat Membuka Kegiatan Seminar Pejuang Muda Di Auditorium UMRAH, Kamis (28/10)
Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi DEA Saat Membuka Kegiatan Seminar Pejuang Muda Di Auditorium UMRAH, Kamis (28/10)

Di moderatori oleh Dekan Fakultas ilmu kelautan dan perikanan UMRAH, Dr. Ir. Ersti Yulika Sari, S.Pi M.Si kegiatan berjalan dengan baik dan santai membawa diskusi dengan para narasumber.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara Rektor UMRAH menyampaikan apresiasi kepada narasumber serta memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus bekarya.

“Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terimakasih kepada Tim GNRM UMRAH yang telah bekerja keras dalam mensukseskan kegiatan GNRM UMRAH ini sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar hingga hari penutupan saat ini,” Kata Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi DEA.

Prof. Agung juga memberikan apresiasi kepada Narasumber-narasumber yang hadir dan yang telah ikut menyukseskan kegiatan GNRM UMRAH selama ini. Dia juga meminta agar mahasiswa untuk terus berinovatif dan berkarya dalam mengisi pembangunan.

“Untuk mahasiswa, mari isi pembangunan ini dengan terus bekarya dan berbuat yang terbaik sesuai bakat dan kemampuan masing-masing,” ajak Prof. Agung.

Dalam diskusi itu, narasumber kegiatan yang juga anggota Komisi IV DPR-RI, Ichsan Firdaus dalam pemaparannya menekankan akan pentingnya mengkonsumsi ikan, apalagi dimasa pandemi covid 19 ini, mengkonsumsi ikan sangat bagus untuk menjaga imunitas.

Narasumber Seminar Pejuang Muda Ir. Ichsan Firdaus Anggota DPR RI Komisi IV, Pimred Media Tempo Bapak Setri Yasra, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK drg. Agus Suprapto, M.Kes dan Kaisar Akhir, S.Kel M.Sc M.B.A Founder dan Ketua Umum Maritim Muda Nusantara.
Narasumber Seminar Pejuang Muda Ir. Ichsan Firdaus Anggota DPR RI Komisi IV, Pimred Media Tempo Bapak Setri Yasra, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK drg. Agus Suprapto, M.Kes dan Kaisar Akhir, S.Kel M.Sc M.B.A Founder dan Ketua Umum Maritim Muda Nusantara.

“Sebagai Komisi yang salah satunya bermitra dengan Kementrian Kelautan Dan Perikanan RI, saya selalu mendorong kegiatan Gemar Makan Ikan, karena mengkonsumsi ikan sangat baik untuk menjaga imunitas tubuh,” kata Ichsan Firdaus yang merupakan Politisi Golkar Dapil Kabupaten Bogor itu.

Ichsan juga memberikan semangat dan dorongan kepada generasi muda (mahasiswa) untuk dapat berinovasi sehingga sumber perikanan dan kelautan yang dimiliki oleh Kepri dapat bermanfaat bagi masyarakat dan menjadikannya sumber peningkatkan perekonomian masyarakat khususnya masyarakat pesisir.

Pimpinan Redaksi Tempo, Bapak Setri Yasra, dalam pemaparannya meminta generasi muda perlu bangga terhadap kekayaan alam yang dimiliki Indonesia serta mengajak generasi muda memberikan kontribusi positif untuk kemajuan perikanan dan kelautan Indonesia.

Lebih lanjut, Setri Yasra juga menjelaskan bahwa sektor budidaya, manajemen, pengolahan, pemanfaatan, dan teknologi dalam bidang perikanan sangat perlu dipelajari lebih lanjut oleh generasi muda. Hal ini dikarenakan besarnya potensi perikanan dan kelautan yang ada di Indonesia perlu dikembangkan dan dilestarikan agar dapat terus memberi manfaat bagi kehidupan.

“Namun saya mengingatkan agar generasi muda untuk berhati-hati dalam mengelola potensi perikanan dan kelautan agar tidak salah kelola,” Ajaknya

Sedangkan Kaisar Akhir, S.Kel M.Sc M.B.A Tokoh Muda yang juga Founder dan Ketua Umum Maritim Muda Nusantara.Ketua Umum Maritim Muda Nusantara menjelaskan bentuk bentuk kolaborasi yang dapat dilakukan oleh kalangan milenial saat ini dalam mengelola kelautan dan perikanan.

“Pemanfaatan laut secara maksimal juga memberi manfaat ekonomi dalam bidang lain seperti transportasi dan wisata, banyak potensi wisata seperti keberadaan pulau-pulau yang belum tergarap secara baik,” ujarnya.

Pemuda merupakan agen perubahan yang memiliki tanggung jawab sebagai
penentu masa depan tangung jawab pemuda tentunya akan lebih besar. Hal ini berarti bahwa pemuda memiliki beban tanggungan sebagai penentu masa depan, pemuda dituntut lebih memiliki produktifitas yang diantaranya meliputi daya saing dan kemampuan kewirausahaan.

“Pemuda harus lebih kreatif, inovatif, produktif untuk menghadapi daya saing di era globalisasi yang semakin kuat sehingga pemberdayaan dan peningaktan peran pemuda harus lebih optimal,” ujarnya.

Selanjutnya penjelasan akan pangan sehat dari produk olahan perikanan disampaikan oleh drg. Agus Suprapto, M.Kes yang merupakan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan sekaligus mewakili Menko PMK, menyampaikan dan mengingatkan problem stunting yang masih terjadi padahal sumber protein ada di depan mata yaitu laut.

Menurutnya, berdasarkan hasil riset kesehatan dasar terbaru Kementerian Kesehatan setidaknya 30,8 persen balita di Indonesia memiliki tinggi badan tidak sesuai dengan usianya atau biasa disebut dengan stunting. Kekurangan gizi kronis tidak hanya berdampak terhadap gagal tumbuh secara fisik atau berat lahir rendah, kecil, pendek, dan kurus. Namun juga rentan terhadap gangguan penyakit tidak menular dan dapat menghambat pertumbuhan otak yang dapat mengganggu pertumbuhan motorik.

Ketua Pokja GNRM UMRAH Aidil Fadli Ilhamdy, S.Pi M.Si Saat Memberikan Laporan Terkait Kegiatan GNRM Yang Dilaksanakan Di Kampus Serta di Kabupaten Bintan
Ketua Pokja GNRM UMRAH Aidil Fadli Ilhamdy, S.Pi M.Si Saat Memberikan Laporan Terkait Kegiatan GNRM Yang Dilaksanakan Di Kampus Serta di Kabupaten Bintan

“Salah satu sumber protein hewani yang sangat tepat untuk mendukung program perbaikan gizi masyarakat dan penanganan stunting adalah ikan, karena ikan sebagai sumber protein yang memiliki beragam keunggulan dibanding produk hewani lainnya,” ujar drg. Agus

Untuk itu sambung dia, Stunting perlu ditangani sedini mungkin dan untuk mencegah Indonesia kehilangan generasi emas di masa mendatang adalah dengan pemenuhan gizi dengan gemar makan ikan.

“Mencegah stunting pada anak dengan pemenuhan gizi gemar makan ikan adalah salah satu caranya,” ungkap Dia

Sementara itu, Ketua Pokja GNRM UMRAH Aidil Fadli Ilhamdy, S.Pi M.Si juga memberikan laporan terkait kegiatan GNRM di yang dilaksanakan di Kampus serta di Kabupaten Bintan baik sosialisasi tentang pangan sehat olahan perikanan serta mengajak mahasiswa dan Karang Taruna untuk mempromosikan produk olahan UMKM.

Dalam kegiatan itu juga dilaksanakan penghargaan kepada mahasiswa dan karang taruna yang mengikuti lomba GNRM UMRAH ketegori Video pendek bagi mahasiswa baru dan Poster bagi mahasiswa semester 3-7 serta poster bagi karang taruna dalam perlombaan yang dimulai sejak 15 Agustus 2021 di peroleh peserta lomba sebanyak 171 orang dan yang masuk tahap penjurian sebanyak 89 Orang, selanjutnya di perolah 9 Peserta yang menjadi juara untuk 3 Ketegori Perlombaan.

(Redaksi)

Comment

News Feed