by

Bertemu Bupati Adil, BNPB RI Sampaikan Kegiatan Mitigasi Penyediaan Air Bersih Sehat Untuk Masyarakat Meranti.

InDepthNews.id (Meranti) –Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI dalam hal ini Direktorat Mitigasi Bencana Deputi Bidang Pencegahan, menggelar pertemuan dengan Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil SH, pertemuan ini terkait kegiatan yang akan dilaksanakan oleh BNPB yakni kegiatan Mitigasi antisipasi bencana dengan penyediaan air bersih sehat memanfaatkan curah hujan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, Rumah Dinas Bupati, Kamis (26/8/2021).

Dalam pertemuan itu, dibahas program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Direktorat Mitigasi Bencana Deputi Bidang Pencegahan BNPB RI yakni Mitigasi antisipasi bencana di Kepulauan Meranti dengan memanfaatkan air hujan yang difilterisasi sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Muhammad Adil. SH Bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Direktorat Mitigasi Bencana Deputi Bidang Pencegahan
Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Muhammad Adil. SH Bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Direktorat Mitigasi Bencana Deputi Bidang Pencegahan

Seperti dijelaskan oleh ketua rombongan Analis Kebijakan Ahli Muda BNPB RI, Amin, kegiatan ini untuk menjawab isu bencana lingkungan yang terjadi di Indonesia khususnya musim kemarau yang terjadi di Kepulauan Meranti. Jadi jika sebelumnya dalam menghadapi bencana BNPB melaksanakan upaya responsif kini beralih kepada upaya pencehagan seperti yang akan dijalankan pihaknya saat ini.

Metode pemanfaatakan air hujan yang akan diterapkan oleh BNPB untuk mengatasi kebutuhan air bersih masyarakat Meranti di musim kemarau, sangat mirip dengan yang dilakukan oleh masyarakat Meranti selama ini yakni dengan mengumpulkan air hujan diatas atap rumah dengan menggunakan talang yang disimpan dalam sebuah bak penampungan, yang membedakan hanya sistem filterisasinya saja. Pihak BNPB mengklaim dengan alat filterisasi ini air hujan lebih aman dikonsumsi masyarakat karena lebih sehat.

Foto Bersama Usai Pertemuan
Foto Bersama Usai Pertemuan

“Dengan sistem ini dari hasil penelitian kita sebanyak 20-30 persen air hujan yang turun dapat dimanfaatkan oleh masyatakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih disaat musim kemarau,” jelas Amin.

Untuk biaya pembangunan fasilitas dari keterangan pihak BNPB tidak terlalu mahal yakni berkisar 8 jutaan rupiah/unitnya.

Saat ditanya berapa banyak fasilitas penampungan air bersih yang dapat dibantu oleh BNPB, Amin tidak bisa memastikan karena dalam hal ini pihaknya lebih menekankan pada Mitigasi artinya mensinergikan semua pihak terkait, baik itu Pemerintah Daerah, Pihak Perusahaan, dan BNPB serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mendukung suksesknya program ini.

Sebelumnya Wakil Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar didampingi Sekretaris Daerah Dr. H. Kamsol MM Juga Rakor bersama BNPB RI Terkait Kegiatan Mitigasi Penyediaan Air Bersih Sehat Untuk Masyarakat Meranti Manfaatkan Air Hujan, Bertempat diruang Rapat Melati Kantor Bupati, Jumat (27/08).
Sebelumnya Wakil Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar didampingi Sekretaris Daerah Dr. H. Kamsol MM Juga Rakor bersama BNPB RI Terkait Kegiatan Mitigasi Penyediaan Air Bersih Sehat Untuk Masyarakat Meranti Manfaatkan Air Hujan, Bertempat diruang Rapat Melati Kantor Bupati, Jumat (27/08).

Dan program ini diakui Amin merupakan yang pertama dilaksanakan di Provinsi Riau, jika sukses maka Meranti akan dijadikan sebagai daerah percontohan bagi Kabupaten Kota lainnya yang memiliki masalah air bersih seperti Kep. Meranti.

“Jika program ini berhasil maka Meranti akan kita jadikan sebagai daerah percontohan, tenaga ahli yang telah kita latih akan menyebarkan pengetahuan kepada daerah lainnya di Riau,” jelas Amin.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar didampingi Sekretaris Daerah Dr. H. Kamsol MM Saat Rakor bersama BNPB RI
Wakil Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar didampingi Sekretaris Daerah Dr. H. Kamsol MM Saat Rakor bersama BNPB RI

Sesuai rencana untuk tahap awal pihak BNPB RI akan melakukan uji petik atau survei lapangan yang akan dipusatkan di Kecamatan Pulau Merbau, dipilihnya daerah ini sesuai usulan Bupati H.M Adil karena merupakan salah satu kantong kemiskinan terbesar di Kabupaten Kepulauan Meranti yang memang menjadi fokus Pemerintah Daerah untuk dikembangkan.

menyikapi hal itu, Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil SH, menjelaskan sebagai daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) dengan angka kemiskinan mencapai 28 persen atau termiskin di Riau, Kabupaten Kep. Meranti sangat membutuhkan dukungan pusat untuk mendorong pembangunan daerah tingkatkan kesejahteraan masyarakat wujudkan cita-cita bersama Meranti Maju, Cerdas dan Bermartabat.

Untuk itu Bupati mengaku sangat mendukung sekali rencana tersebut, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada pihak BNPB RI yang telah peduli terhadap kesulitas yang dihadapi masyarakat Meranti khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Peserta Rakor
Peserta Rakor

Ia berharap, kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Direktorat Mitigasi Bencana Deputi Bidang Pencegahan BNPB RI, tidak hanya sekedar ide atau retorika semata tapi benar-benar menyentuh dan bermanfaat bagi masyarakat Meranti.

“Harapan kita kegiatan ini tidak hanya sekedar ide saja tapi benar-benar bermanfaat untuk kepentingan masyarakat, karena maayarakat Meranti memang sangat membutuhkan fasilitas air bersih,” ujarnya.

Sekedar informasi dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Bupati H.M Adil juga berkesempatan mempromosikan potensi Meranti kepada tamu dari BNPB, salah satunya olahan Sagu seperti Gula Sagu, Mie Sagu, Tepung Sagu yang sangat baik untuk kesehatan serta Kopi Liberika andalan Meranti.

Hadir dalam pertemuan itu, Kepala BPBD Meranti H. Idris Sudin, Kepala Bappeda Meranti Mardiansyah, Pihak Dinas PUPR Meranti, Perwakilan Perusahaan PT. EMP, Kabag Prokopim Meranti, Kominfo Meranti dan lainnya.

(BATUBARA).

Comment

News Feed