by

LM2R, Perpat, Koppas dan Lira Minta Polda Riau Tetapkan Tersangka Kasus Pencemaran Lingkungan Desa Mekong.

InDepthNews.id (Meranti) –Polemik Aksi Demo terkait Di Rumahkan Ribuan Honorer Di Kabupaten Kepulauan Meranti yang Di lakukan oleh M. Adil Selaku Bupati melalui kebijakannya berbuntut panjang hingga saat ini. Selasa (11/02/2021).

Pasalnya, kebijakan Bupati Kepulauan Meranti, haji Muhammad Adil terkesan membelot dan tidak berdasarkan kepentingan masyarakat banyak, akibat dari kebijakan tersebut memancing terjadinya aksi protes hingga aksi Demo dan Penyegelan Kantor Bupati yang berjilitd – jilid yang di lakukan banyak Ormas, LSM hingga kelompok – kelompok Peduli Meranti dikarnakan Bupati Meranti tidak pernah ada Di Kantornya, selalu keluar Kota.

Salah satu tuntutan hari ini (11/01) oleh aksi Demo gabungan Lembaga Muda Melayu Riau (LM2R), Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Meranti, (LSM) Koalisi Pemuda Pengawas Aset (Koppas) Riau, Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Riau seruduk Kantor Bupati Meranti untuk meminta Keadilan, dan Mendesak Polda Riau usut tuntas dan segera tetapkan tersangka pencemaran lingkungan Di Desa Mekong yang Di lakukan oleh Pribadi Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Di Tanah Pribadinya yang hingga saat ini kasus tersebut belum jelas proses hukumnya.

“Kita meminta Kepada Bapak Kapolda Riau yang baru, Bapak Irjen Pol Mohammad Iqbal, untuk dapat segera mengusut tuntas kasus pencemaran lingkungan Di Desa Mekong, dan tetapkan tersangkanya, sudah sekian lama kasus ini mandek (Tidak selesai/Red), kita berharap penuh kepada Kapolda untuk tidak tembang pilih bagi yang melanggar undang-undang Di Negara ini,” ungkap Jefrizal selaku Ketua Umum LM2R kepada Media ini saat di temui Di Kantornya usai lakukan unjuk rasa pada Selasa, (11/01).

Tambahnya lagi. “Kalau mau timbun lahan pribadi jangan menggunakan wewenangnya sebagai Bupati, dan jangan menggunakan fasilitas Pemda, dan jangan menggunakan Dinas terkait untuk kepentingan pribadinya,”.

“Karna yang melakukan pelanggaran hukum adalah Oknum Bupati (Bupati Meranti/Red), jangan karna dia seorang Bupati jadi hukum tajam ke bawah tumpul keatas, ini telah menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi Kapolda kita yang baru sekarang, masyarakat Meranti yakin kepada Kapolda kita yang baru ini, karna masyarakat Meranti telah melihat banyak sifat arogansi yang di lakukan Bupati ini, dan telah melakukan ricuh kampung kita,” tutupnya.

(BATUBARA).

Comment

News Feed