by

Bupati Adil Lupa Janji Kampanye. Nasib Honorer Di Ujung Tanduk. LM2R Akan Demo Bupati.

InDepthNews.id (Meranti) РProtes terhadap kebijakan Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti yang merumahkan 4.379 Pegawai non PNS (honorer) dan ASN sebanyak 3200-an orang untuk dibagi satu staf menjadi delapan tenaga honorer dinilai hanya terkesan  Politisasi belaka dengan alibi untuk penerapan pola smart city pun juga dinilai cuma lips servis dan akal Рakalan saja sehingga kebijakan merumahkan Tenaga honor terkesan bukan solusi tapi menzalimi.

Untuk itu, Laskar Muda Melayu Riau (LM2R) yang di nahkodai Jefrizal selaku ketua Umum akan melakukan aksi demo pada Senin esok (03/01/2022) Di Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti untuk memperjuangkan nasib para Honorer Kepulauan Meranti.

“Lebih kurang sepuluh bulan sejak dilantik, bupati kepulauan meranti selalu memperlihatkan kontroversi terhadap kinerjanya, baik kebijakan One way yang dianggap nyeleneh, staf ahli siluman yang melakukan pembaziran anggaran namun tidak punya dampak positif,” ungkap Jefrizal.

Belum lagi, tambah dia, langkah minta sepeda dan sapi melalui CSR dengan perusahaan yang beroperasi di Negeri ini. Membuat sampah sebagai penangkal abrasi di Desa mekong padahal dilakukan di tanah pribadinya yang bisa berdampak pada pencemaran Lingkungan dan Laut. Hingga merumahkan tenaga honorer se-kabupaten meranti yang sangat berdampak terhadap kepentingan birokrasi negeri hingga peningkatan kemiskinan dan angka pengangguran Tanah Jantan ini.

“Padahal bila mengingat sejarah, Kabupaten Meranti yang merupakan Kabupaten termuda Se-Riau ini lahir dengan tetesan airmata dan keringat para pejuang yang tidak mengenal lelah untuk dapat membentuk daerah Otonomi yang baru dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat, bukan malah menzalimi dan mendeskriminasi Rakyatnya dengan kebijakan yang tidak berprikemanusiaan,” Ujar Jefrizal.

Lagi pula, Muhammad Adil bisa menjadi Bupati seperti sekarang ini merupakan produk dari hasil perjuangan masyarakat yang diharapkan bisa membawa kesejahteraan masyarakat meranti sehingga ia terpilih dan mendapat kepercayaan dengan dipilih mayoritas masyarakat dalam proses Pilkada.

“Harusnya dia ingat, para honorer itu adalah masyarakatnya yang harus dilindungi dan diperhatikan nasibnya, mereka juga punya anak istri dan keluarga yang harus dihidupi, jadi tidak bisa seenaknya merumahkan seperti itu,” ucap Jefrizal.

Apalagi bila mengingat janji kampanyenya sewaktu debat kandidat calon Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti yang akan Menaikkan tunjangan dan membesarkan gaji para honorer dari Rp. 1.200.000 menjadi Rp. 2.000.000.

“Tunjangan di naikan, jangan di kecilkan, kita besarkan gaji honor itu dari Rp. 1.200.000 menjadi Rp. 2.000.000, itu target kita, supaya pelayanan maksimal,” ungkap Adil ketika debat kandidat ketika itu.

Adapun Berikut tuntutan LM2R esok ketika demo kepada Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti :

1. Harga mati untuk Mempertahankan Tenaga Honorer dan atau memperpanjang Kontrak kerja honorer demi kemajuan dan kestabilan Birokrasi.

2. Tidak menzalimi dan mendeskriditkan Tenaga Honorer demi administrasi dan birokrasi yang aman dan lancar.

3. Bersikap profesional dan tidak terkesan Kolusi dan nepotisme dalam membuat kebijakan.

4. Tidak terkesan diktator dan monopoli dalam menentukan kebijakan untuk kemajuan negeri.

5. Kebijakan merumahkan Honorer adalah meningkatkan pengangguran, kemiskinan, merupakan langkah Menumbuhkan kejahatan dan kemaksiatan sebuah negeri.

6. Jika bupati kepulauan meranti tidak mampu mengimplementasi tuntutan kami tersebut, kami mohon Bupati Untuk mencari kerja lain.

(BATUBARA).

Comment

News Feed