by

Forkorindo Tuding Kepala BP Batam Asal Ngomong, Minta Hapuskan Sistem Klik Pimpinan

-Batam-170 views

IndepthNEws.Id – Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo) menuding bahwa Kepala Badan Pengusahaan (BP) Muhammad Rudi yang juga merupakan Wali Kota Batam arogan dan badan yang dinahkodainya tersebut tidak profesional dalam pengurusan administrasi.

Ketua DPP Forkorindo, Tohom Sinaga mengatakan Rudi telah mengecewakan pihak pengusaha karena pengurus dokumen perusahaan dianggap calo dan tidak mendapatkan pelayanan yang baik di BP Batam.

“Saya melihat Kepala BP Batam saat ini asal ngomong, pasalnya pengurus dokumen perusahan di anggap calo dan tidak perlu di layani,” kata Tohom, Rabu (7/6/2021).

Tohom mendapatkan laporan bahwa ada salah satu perusahaan yang ingin mengurus dokumen, namun dianggap calo oleh pihak BP Batam. Imbas dari pelayanan yang tidak profesional ini, dokumen yang diurus tidak kunjung selesai.

“BP Batam ingin ownernya sendiri yang mengurus, ini sudah tidak masuk akal. Masa owner suruh staf, stafnya dianggap calo, ini keterlaluan,” kata Tohom.

Menurut Tohom, ini artinya investasi masuk ke Kota Batam terganjal karna berpikiran yang mengurus adalah calo, padahal mereka merupakan orang suruhan perusahaan.

“Itulah isu yang berkembang di BP Batam, ini bukan sebuah opini namun memang ini kenyataan yang terjadi di BP Batam, informasi ini baru saya terima dan bisa dipertanggung jawabkan,” tegas Tohom.

Tohom menegaskan agar Rudi dan pihak BP Batam tidak berpikir dangkal. Rudi yang telah dipercaya memegang mandat sebagai kepala BP Batam harusnya menciptakan iklim investasi yang terbuka di Kota yang dinahkodainya tersebut.

“Masa Kepala BP Batam mau nya segala urusan perizinan atau pun pengalokasian lahan harus investor perusahan langsung yang harus bertemu kepala BP Batam, ini maksudnya apa? Karna kalau berpikir ke arah negatif, apakah ini yang dinamakan sistem klik pimpinan sarat dengan negosiasi,”tegasnya.

Sambung Tohom, informasi yang didapati sistim klik pimpinan di BP Batam diduga sarat dengan muatan negoisasi tingkat tinggi, dimana segala proses perizinan maupun proses akhir dokumen harus di tangan klik pimpinan.

“Artinya informasi yang saya dapati dan saya simpulkan segala proses perizinan akan berujung pada negoisasi pimpinan, kendati segala aturan dan proses sudah melalui tahapan, inilah yang terjadi selama ini di BP Batam. Klik Pimpinan menganulir segala proses di BP Batam,” tuturnya.

Tohom mengaku perihatin dengan sistem yang dibangun, apalagi di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini. Para pengusaha yang ingin bekerjasama membangun Kota Batam, namun perizinan harus diarahkan untuk bernegosiasi di “ruang gelap”.

Forkorindo dalam hal ini akan terus menyoroti segala permainan di BP batam, dimana saat ini pelaku usaha digiring ke pimpinan untuk mendapat kejelasan. Forkorindo menilai segala pelayanan aktivitas di BP Batam berujung klik negosiasi pimpinan.

“Kami tegaskan ke Menko Perekonomian dan Dewan Kawasan sebagai stackhoulder BP Batam untuk mengevaluasi secara menyeluruh kinerja sistem klik pimpinan yang dibuat Kepala BP Batam. Sorotan dari kalangan para pelaku usaha walaupun telah dilakukan terobosan baru dimana pelayanan dibuat berbasis elektronik OSS (Online Single Submission) di BP Batam, namun akhirnya berakhir di klik pimpinan juga, artinya tetap sitem yang lama, namun pola yang berbeda,” jelasnya.

Tohom meminta agar Rudi tidak menjadikan BP Batam sebagai perusahaan milih pribadi. Apalagi untuk kepentingan politik atau kepentingan pribadi guna mensejahterakan diri sendiri.

“Hapuslah klik pimpinan itu, buka selebar-lebarnya untuk kepentingan dunia invistasi, jangan di kotak-kotakan. Batam ini perlu dibangun dari kalangan swasta, untuk membuka dunia usaha yang berimbas kepada masyarakat pencari kerja,” katanya.

Sementara itu, terkait berbagai tudingan ini, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi saat dihubungi mengatakan bahwa dirinya tau tentang adanya protes tersebut. Tidak berkata banyak, Rudi mengklaim bahwa sejak dia menjabat sebagai pimpinan di BP Batam semua pada ketakutan untuk “main belakang”.

“Saya tau orang dalam yang menyampaikan. Karna sejak saya menjabat pimpinan BP Batam semua pada ketakutan untuk bermain-main. Dipastikan saya akan menggenjot sistem investasi di Batam,” ujar Rudi saat dikonfirmasi. (Indra Siregar)

Comment

News Feed