by

Mahasiswa Adakan Aksi “Tampung Aspirasi” Kinerja BUMD Tanjungpinang, Catatan Merah Menanti

IndepthNews.Id – Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kota Tanjungpinang beserta Forum Mahasiswa Pemerhati Kebijakan (FMPK) Kota Tanjungpinang melakukan aksi “Tampung Aspirasi” terhadap kinerja dan pelayanan BUMD Kota Tanjungpinang.

Bergulirnya berbagai kasus yang melibatkan oknum-oknum di BUMD Kota Tanjungpinang, seperti pergantian estafet Direksi BUMD yang dinilai kontroversial, khususnya terkait proses penyeleksian dan penentuan Direktur Utama dan Direktur pada perusahaan yang ada di BUMD tersebut.

Ketua Himpunan Mahasiswa Kota Tanjung Pinang, Kamaryadi mengatakan, Jumat (25/12/2020), hal itu semakin memuncak dengan adanya laporan Masyarakat Kota Tanjung Pinang ke Polres Tanjung Pinang terkait dugaan penggunaan ijazah palsu yang dilakukan oleh Direktur Utama BUMD tersebut yang berujung pada pencabutan laporan dan diduga adanya indikasi gratifikasi yang melibatkan pelapor dan terlapor, dan saat ini dalam proses penyelidikan di Kejari Kota Tanjung Pinang.

“Dan ditambah lagi ada nya 12 orang yang di panggil oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tanjungpinang beberapa waktu lalu terkait persoalan yang masih bersinggungan dengan BUMD Kota Tanjungpinang. Kami menilai seperti nya BUMD tidak di pegang oleh orang yang tepat, hal tersebut dapat dibuktikan dengan minim nya Inovasi dan peran BUMD untuk perkembangan dan berupaya membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Tanjungpinang. dan kami menilai kinerja BUMD hari ini terkesan stagnan sedangkan harapan Pemko Tanjungpinang dan Masyarakat sangat besar kepada BUMD,” ujar Kamaryadi.

Kamaryadi juga mengingat kan bahwa, pejabat yang hari ini di percayakan untuk memimpin BUMD semestinya fokus terhadap tujuan dan apa yang harus dilakukan sesuai dengan Visi dan Misi BUMD Tanjungpinang.

“Jika sekiranya tidak mampu menjalankan tugas nya alangkah baik nya Pimpinan BUMD terkait berbesar hati dengan mengundurkan diri dari jabatannya,” kata Kamaryadi.

Selain Himpunan Mahasiswa Kota Tanjungpinang, FMPK Kota Tanjungpinang juga menyoroti kinerja BUMD yang terkesan “bermasalah”. Aksi yang dilakukan oleh FMPK Kota Tanjungpinang baru-baru ini adalah membuat “Opini Publik” terhadap kinerja BUMD hari ini.

“Kami melemparkan tiga pokok bahasan di media sosial dan meminta masyarakat memberikan masukan berupa pendapat dan saran terhadap BUMD Kota Tanjung Pinang,” ujar Koordinator FMKP, Samsudin Harahap, Jumat (25/12/2020).

Samsudin menyatakan bahwa gerakan “Opini Publik” ini merupakan cara yang tepat untuk mengetahui bagaimana pandangan masyarakat terhadap BUMD hari ini dengan memberikan catatan merah akhir tahun untuk perusahaan plat merah tersebut.

“Saat ini kami sedang mencoba menampung aspirasi dari masyarakat yang turut prihatin dengan BUMD Kota Tanjungpinang. Setelah rampung dan kami nilai cukup, kami akan membawa aspirasi tersebut ke Wali Kota Tanjungpinang, DPRD Kota Tanjungpinang dan terkhusus untuk BUMD sendiri. Agar kemudian pihak terkait khusus nya Wali Kota Tanjungpinang dapat bersikap dengan tepat sesuai tanggungjawab nya sebagai pemegang kendali penuh dari BUMD Kota Tanjungpinang,” Tutup samsudin.

Terkait aksi mahasiswa ini, Direktur PT TMB, Irweandi menolak mahasiswa mengeularkan kalimat “catatan merah”, karena itu menurutnya akan memberikan stigma negatif terhadap kinerja BUMD.

“Seharus nya adik adik mahasiswa yang mencoba melakukan Kritikan terhadap BUMD dengan  membuat OPINI PUBLIK Catatan Merah Akhir Tahun tidak menggunakan Kata “Merah”, karna Hal tersebut seakan-akan memberikan stigma buruk terhadap kinerja BUMD hari ini. Jadi tolong lah gunakan kata-kata yang lebih tepat, agar persepsi masyarakat tidak salah,” ujar Irwandi saat dihubungi, Jumat (25/12/2020).

“Nantinya, kalau memang telah dapat disimpulkan apa tanggapan masyarakat, baru bisa di terangkan merah,hitam atau putih nya penilaian masyarakat kepada kami (BUMD) , jangan langsung membuat seperti itu.”ujar irwandi.. (Erik).

Comment

News Feed