by

Wujudkan Kepri Sebagai Sentra Perikanan Budidaya Komoditas Unggulan Di Indonesia Bagian Barat Tahun 2026, DKP Kepri Laksanakan Kegiatan Peningkatan Kapasitas PPL Di Bidang Perikanan Budidaya.

InDepthNews.id (Batam) – Dalam Rangka membimbing dan memperdayakan kelompok nelayan, Pelaku usaha dan Pelaku utama di sektor kelautan dan perikanan budidaya, diperlukan evaluasi pelaporan yang berkualitas dan efektif untuk memajukan perekonomian disektor kelautan dan perikanan di Provinsi Kepulauan Riau.

Untuk itu sebagai inisiasi awal, guna penguatan terhadap kelembagaan, Sumber Daya Manusia (SDM) juga Sarana dan Prasarana Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau melaksanakan Kegiatan Peningkatan kapasitas pendamping perikanan lapangan di bidang perikanan budidaya yang dilaksanakan di Hotel Four Points Batam dan orientasi lapangan yang dilaksanakan di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam.

Laporan Kabid Budidaya DKP Kepri, Ulia Fachmi. S.Pi, M.Si Selaku Ketua Panitia Kegiatan.
Laporan Kabid Budidaya DKP Kepri, Ulia Fachmi. S.Pi, M.Si Selaku Ketua Panitia Kegiatan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, Dr. H. TS. Arif Fadillah, S.Sos, M.Si memaparkan mengenai Potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki oleh Provinsi Kepri merupakan potensi yang menjanjikan untuk dikembangkan melalui kegiatan perikanan, baik perikanan budidaya ikan termasuk rumput laut, perikanan tangkap dan produk kelautan lainnya.

“Luas wilayah laut Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebesar 417.012,97 KM² dengan panjang garis pantai 2.367,6 KM, dengan kondisi demikian Provinsi Kepri memiliki Potensi Kelautan dan Perikanan yang sangat besar terutama potensi pengembangan perikanan budidaya,” Kata Arif, Kamis (30/09).

Untuk mengelola potensi sumberdaya kelautan dan perikanan itu, sambung Arif, Pemerintah Provinsi Kepri telah memberikan posisi yang cukup kuat dalam membangkitkan kekuatan ekonomi kelautan dan perikanan untuk kemajuan masyarakat kepulauan riau khususnya di bidang Budidaya Perikanan.

Peserta Kegiatan
Peserta Kegiatan

Hal ini dibuktikan dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Provinsi Kepri 2021-2026 dengan visi adalah ” Terwujudnya Kepulauan Riau Sebagai Bunda Tanah Melayu Yang Sejahtera, Berakhlak Mulia Ramah Lingkungan dan Unggul di Bidang Maritim”.

“Visi itu diwujudkan dalam Misi Ke-5 yaitu Meneruskan pengembangan ekonomi berbasis maritim pariwisata, pertanian untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan antar wilayah serta meningkatkan ketahanan pangan,” Ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Arif juga menjelaskan bahwa sedianya Kegiatan ini akan dihadiri oleh Gubernur Kepri, Bpk. Ansar Ahmad namun Gubernur tidak jadi hadir karena mendadak ada pertemuan dengan Menteri PU dijakarta.

Foto Bersama
Foto Bersama

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kepri Ririn Warsiti, SE., MM yang sangat konsen dengan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan SDM kelautan dan perikanan dibidang budidaya sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh DKP Kepri sebagai upaya penguatan dan pengembangan SDM bagi tenaga PPL.

Dikatakannya bahwa Potensi lahan perairan laut untuk kegiatan perikanan budidaya laut (marikultur) yakni sekitar 455.853,9 ha yang terdiri dari 54.746 ha untuk marikultur pesisir (Coastal marine culture) dan 401.127,6 ha untuk marikultur lepas pantai (Offshore marine culture) yang tersebar di 7 kabupaten/kota Se- Provinsi Kepulauan Riau.

Pembukaan Acara Di BBL Batam
Pembukaan Acara Di BPBL Batam

“Dengan potensi yang besar itu, disinilah peran dari penyuluh atau PPL perikanan budidaya begitu sangat penting karena menjadi garda terdepan guna mendukung para pelaku usaha di bidang perikanan budidaya sebagai perpanjangan tangan pemerintah,” ungkapnya

“Tenaga PPL ini juga merupakan ujung tombak dari kesuksesan untuk itu mereka ditempatkan di seluruh kantong – kantong kegiatan perikanan budidaya di Provinsi Kepulauan Riau,” Tambah Ririn.

Peningkatan Kapasitas Teknis PPL Terkait Budidaya
Peningkatan Kapasitas Teknis PPL Terkait Budidaya

Dia juga berharap dengan adanya kegiatan ini tenaga PPL dapat melakukan inovasi teknologi dalam sistem produksi dan penanganan pasca panen, sehingga sesuai dengan tuntutan konsumen, inovasi manajemen dalam sistem agribisnis, sehingga mampu mengakumulasi efisiensi yang dicerminkan dalam keunggulan bersaing, sistem pendukung yang akomodatif, berupa pembangunan sarana prasarana infrastruktur kelautan dan perikanan dan kebijakan pemerintah.

“Dan yang paling penting dari kegiatan ini adalah untuk pengembangan SDM PPL yang berkualitas,” tutupnya.

Pengembangan Teknis Budidaya PPL Oleh BPBL Batam Di Sentra Budidaya BPBL Batam
Pengembangan Teknis Budidaya PPL Oleh BPBL Batam Di Sentra Budidaya BPBL Batam

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Budidaya DKP Kepri, Ulia Fachmi, S.Pi, M.Si mengatakan bahwa di DKP Provinsi Kepri telah memiliki tenaga pendamping perikanan yang bertugas untuk mendampingi secara teknis dan manajerial pengelolaan usaha perikanan budidaya sebanyak 62 orang yang tersebar di 62 kecamatan se- Provinsi Kepri.

“Penempatan 62 para tenaga Pendamping Perikanan Lapangan (PPL) itu diangkat berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 338/KPTS-21/I/2021 Tanggal 4 Januari 2021,” Kata Ulia

“Mereka kita sebar dan ditempatkan di 62 Kecamatan di 7 Kab/Kota se Provinsi Kepulauan Riau, dengan Rincian yaitu, Di Kabupaten Bintan sebanyak 13 orang, Kabupaten Karimun 14 orang, Kabupaten Lingga 8 orang, Kabupaten Natuna 12 orang, Kabupaten Anambas 4 orang, Kota Batam 6 orang dan Kota Tanjungpinang 5 orang,” Jelasnya

Foto Bersama Di BPBL Batam
Foto Bersama Di BPBL Batam

Ulia berharap agar kegiatan yang dilaksanakan saat ini menjadi bekal yang cukup untuk menghadapi dan membantu serta mendampingi para pelaku usaha perikanan di lapangan khususnya perikanan budidaya dalam usahanya dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir pada umumnya.

“Kita berharap dengan keberadaan tenaga PPL ini menjadi ujung tombak perpanjangan tangan pemerintah dalam penerapan teknologi untuk meningkatkan daya saing,” harapnya lagi.

“Tenaga PPL juga sebagai bagian dalam mendukung Target Kinerja Bidang Perikanan Budidaya Guna Mewujudkan Kepri Sebagai Sentra Perikanan Budidaya Komoditas Unggulan di Indonesia Bagian Barat Tahun 2026,” Pungkas Ulia

Sebagai informasi Pelaksanaan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pendamping Perikanan Lapangan di Bidang Perikanan Budidaya ini dihadiri oleh 40 orang PPL dari 5 Kabupaten Kota (Bintan, Karimun, Lingga, Batam dan Tanjungpinang). Untuk Natuna dan Anambas tidak dapat menghadiri terkait masalah transportasi terbatas dimasa pandemic Covid-19 ini.

Peninjauan Lapangan Terkait Budidaya Perikanan Di BPBL Batam
Peninjauan Lapangan Terkait Budidaya Perikanan Di BPBL Batam

Dalam kegiatan yang berlangsung selama 3 hari dari Tanggal 30 September 2021 – 02 Oktober 2021 itu, diisi dengan berbagai Narasumber seperti dari DKP Kepri, Mardi Jono, A.Pi, M.Si Koordinator Penyuluh Bidang Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Penyuluh DP Kota Batam, drh. Toha Tusihadi Kepala BPPL Batam, Faisal dan Syaiful dari BPBL Batam, Ririn Warsiti, SE., MM Anggota Komisi IV DPRD Kepri.

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksankan Penyerahan Sertifikat CBIB dan CPIB kepada Perwakilan PPL.

(Redaksi)

Comment

News Feed