by

Potensi Labuh Jangkar Bisa Hilang, Tangkap Saja Oknum Yang menerima Uang Transfer Di Laut Kepri

InDeptnews.Id (Tanjungpinang) – Potensi Labuh Jangkar di Provinsi Kepulauan Riau saat ini sedang di sorot tajam media nasional, bahkan mengenai dugaan transfer uang 4 Miliyar di perbatasan antara singapura, batam dan Bintan, berdasarkan sumber berita tempo.Co mengenai puluhan pemilik kapal asing yang disita mengaku transfer Uang ke Perwira TNI AL dapat reaksi dari masyarakat Kepulauan Riau

Budi Prasetyo selaku masyarakat asli Kepulauan Riau yang juga penggerak dari Hadirnya RUU Kepulauan sangat menyayangkan jika berita itu benar terjadi, akibat dari ulah ini bisa saja potensi pendapatan asli daerah maupun Negara hilang begitu saja dan Negara maupun daerah Provinsi Kepulauan Riau bisa saja merugi hingga milyaran bahkan Triliun Rupiah akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab

“Jika hal ini benar terjadi di perairan Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, tentunya hal ini akan berdampak merugikan negara kita maupun Provinsi Kepri, karena bisa menghilang kan potensi labuh jangkar yang bernilai Triliunan Rupiah, “ucap Budi yang juga ketua Persatuan Pemuda Kepulauan

Dalam pemaparannya Budi menjelaskan bahwa potensi yang begitu besar ini seharusnya bisa di manfaat kan Daerah Maupun negara, bukan di nikmati oleh segelintir oknum dan mafia yang memanfaatkan jabatan maupun wewenangnya untuk keperluan sendiri

” Dalam Buku Melabuh jangkar membangun maritim menerangkan bahwa potensi penerimaan terhadap Labuh jangkar tahun 2020 sekitar 1,5 Triliunan, jangan sampai potensi yang begitu besar tersebut hilang, bahkan statmen Gubernur Kepri mengenai Pendapat asli daerah Kepri Tahun 2021 terhadap Labuh jangkar bisa mencapai 200 Miliar Pertahun, dengan di resmikan retribusi pajak pada bulan Maret lalu dengan target 1 hari 700 juta”jelas Budi

Menurutnya hal ini harus ada tindakan tegas dari otoritas yang berwenang jangan sampai potensi jasa tersebut di gerus mengalir ke kantong pribadi, bahkan menurut laporan, perlintasan laut kepri menjadi tempat yang paling teramat sibuk dikarenakan merupakan perlintasan laut dunia dengan selat Malaka menjadi porosnya

“Potensi jasa-jasa lingkungan dan kelautan Indonesia menjadi teramat penting, dikarenakan Indonesia memiliki posisi geografis yang sangat strategis. Sebagai perlintasan hingga 45% pelayaran laut Internasional yang memperdagangkan barang, komoditas dan produk di dunia. Nilai perdagangan tersebut mencapai 1.500 triliun dollar AS per tahun yang dikapalkan melalui ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia), “tambahnya

Dari sumber berita Tempo.co di kabarkan Puluhan pemilik kapal asing telah membayar sekitar Rp4,2 miliar untuk membebaskan kapal yang ditahan oleh TNI AL, yang mengatakan mereka berlabuh secara ilegal di perairan Indonesia dekat Singapura, menurut sumber yang mengetahui langsung masalah tersebut baca saja https://www.google.com/amp/s/dunia.tempo.co/amp/1528395/puluhan-pemilik-kapal-asing-yang-disita-mengaku-transfer-uang-ke-perwira-tni-al

Harapan terakhir darinya semoga kasus ini segera mendapatkan titik terang, pihak Pemprov maupun pemerintah pusat harus segera mengambil tindakan nyata atas kerugian negara dan daerah jika hal-hal semacam ini terus di legalkan di Perairan Kepri, tentu Kepri yang memiliki potensi tersebut merugi

“Tentu hal-hal semacam ini harus mendapatkan soroton tajam, bisa saja potensi ini hilang, dan kapal-kapal asing tidak mau menambatkan kapalnya di Indonesia dikarenakan takut akan hal semacam ini terjadi karena aturan maupun regulasi di persulit, dengan maraknya kasus seperti ini sudah sewajarnya RUU Kepulauan di sahkan, agar langkah kongkrit atas wewenang laut di permudahkan, dan Potensi labuh jangkar terhadap penerimaan PAD bisa meningkat, “jelas budi dalam wawancaranya (Redaksi)

Comment

News Feed