by

LSM Forkorindo Kepri Pertanyakan Proses Hukum Yang Menyebabkan Tewasnya 2 Pekerja Tambang Pasir PT GML.

InDepthNews.id (Bintan) – Ketua DPD LSM Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo) Provinsi Kepulauan Riau mempertanyakan proses hukum terkait tewasnya 2 (dua) Pekerja Tambang Pasir PT Gunung Mario Ligaligo (GML) di Desa Tembeling akibat tertimbun Longsor.

“Kami mempertanyakan sudah sejauh mana proses hukum yang diberikan kepada pihak PT GML terkait tewasnya 2 orang pekerja PT tersebut,” ujar Parlindungan Simanungkalit Ketua DPD LSM Forkorindo Kepri, Minggu (5/12/2021).

Foto Pekerja Tambang Pasir PT GML yang Tewas Tertimbun Longsor (sumber foto investigasipos.com)
Foto Pekerja Tambang Pasir PT GML yang Tewas Tertimbun Longsor (sumber foto investigasipos.com)

Selain itu dia juga meminta pihak Polres Bintan untuk menyelidiki, apakah perusahaan tambang pasir PT GML sudah memenuhi standar perlindungan dan keamanan bagi karyawan/pekerjanya sebagaimana aturan keselamatan perusahaan yang bergerak di usaha tambang galian c.

“Tentunya perusahaan tambang harus memiliki standar keamanan dan standar perlindungan bagi karyawan/pekerja, pertanyaannya apakah sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan tambang pasir GML dalam beroperasi,” Tanya Parlin

Karena tambahnya, Kalau sampai tidak sesuai SOP perusahaan tambang yang jelas memiliki resiko, sudah selayaknya ada pihak perusahaan yang bertanggung jawab terhadap tewasnya karyawan/pekerja di perusahaan tersebut karena itu termasuk kelalaian yang menyebabkan matinya orang.

Parlin juga mengaku bahwa dirinya sudah mencoba mempertanyakan persoalan tewasnya 2 pekerja/karyawan tersebut ke Pihak Humas PT GML, Namun pihak Humas yang diketahui merupakan Mantan Ketua DPRD Tanjungpinang Suparno hanya mengatakan dirinya sedang menonton bola di Dompak.

“Saya sudah mempertanyakan persoalan itu ke Humas PT GML Suparno tapi apa yang ditanyakan dengan jawaban yang dilontarkan tidak sesuai, dia hanya mengatakan dirinya sedang menonton bola di Dompak,” Jelas Parlin.

Ditekankan Parlin, kalaupun tidak ada tuntutan dari pihak keluarga bukan berarti proses hukum dan penyelidikan tewasnya pekerja itu dikesampingkan, karena ini menyangkut nyawa manusia. Jangan sampai kedepannya ada terjadi lagi kecelakaan kerja yang diduga akibat SOP perusahaan yang tidak memenuhi standar perusahaan tambang.

“Kan sampai saat ini tidak jelas informasi tindak lanjut proses hukum yang diambil oleh Pihak Polres Bintan, senyap-senyap aja,, apakah sudah dilakukan penyelidikan atau belum, masyarakat tidak tau,” pungkas Parlin.

Adapun menurut informasi dari berbagai sumber yang diperoleh media ini, Kecelakaan tewasnya dua pekerja PT. GML itu ketika kedua korban sedang menggali pasir dalam terowong, kemudian pasir tersebut longsor dan menimbun mereka dan ketika ditemukan kedua pekerja itu sudah dalam kondisi meninggal dunia.

(Eko)

Comment

News Feed