by

Disaat Ekonomi Masyarakat Terpuruk Akibat Covid -19, Perusahaan Tambang Terkesan Tidak Peduli

Wakil Ketua dari Tim Evaluasi dan Perizinan Investasi (TEPI) Kabupaten Lingga, Rudi Purwonugroho.

InDepthNews.id – Meningkatnya warga masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 menempatkan Kabupaten Lingga masuk dalam kategori zona merah. Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga bersama dengan TNI dan Polri pun berupaya menekan laju penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lingga, dengan melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara mikro serta membagikan sembako kepada masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri serta masyarakat yang terdampak.

Kondisi demikian justru sangat bertolak belakang dengan kepedulian perusahaan-perusahaan tambang yang ada di Kabupaten Lingga. Dari sekian banyak perusahaan tambang yang beroperasi di Lingga, hanya beberapa saja yang tergerak untuk berpartisipasi dalam membantu meringankan beban masyarakat ditengah kesulitan ekonomi yang dihadapi, selebihnya terkesan tidak ambil peduli.

Rudi Purwonugroho salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Lingga yang juga sebagai Wakil Ketua dari Tim Evaluasi dan Perizinan Investasi (TEPI), menyayangkan sikap dari para pengusaha tambang yang terkesan ‘masa bodoh’ tersebut.

“Saya heran bercampur miris dengan sikap para pengusaha tambang di Kabupaten Lingga ini, hasil bumi kita diambil, namun ketika daerah kita lagi dilanda musibah pandemi Covid-19 yang begitu mengkhawatirkan seperti sekarang ini, mereka (para pengusaha tambang) sepertinya tidak peka dan seolah tidak ambil pusing,” Kata Rudi Purwonugroho, pada Sabtu (24/07).

Ia mengatakan bahwa saat ini Pemerintahan Kabupaten Lingga, TNI dan Polri sedang gencar melaksanakan penanganan terhadap penyebaran virus corona serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Mulai dari sembako, hingga Alat Pelindung Diri (APD), guna meringankan beban yang dihadapi masyarakat

“Semua pihak saat ini berpartisipasi untuk menekan penyebaran virus corona di Kabupaten Lingga, tapi sejauh ini saya tidak mendengar atau pun melihat para pengusaha tambang ikut berkontribusi terhadap musibah ini, jadi mereka kemana saja?. Apakah mereka hanya tahu memporak-porandakan alam kita saja?,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Lanjutnya, ekonomi masyarakat khususnya Kabupaten Lingga melemah sejak diterjang pandemi. Menurut Rudi, masyarakat saat ini butuh perhatian lebih dari berbagai pihak.

“Saya minta kepada pengusaha tambang yang perusahaannya beroperasi di Kabupaten Lingga, untuk membuka mata hati dan peka terhadap kesulitan yang tengah dihadapi masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rudi mengatakan bahwa saat ini masyarakat sangat membutuhkan vitamin, masker standard atau APD lainnya, tambahan paket sembako, serta biaya rapid test antigen.

“Saya minta dan berharap para pengusaha tambang bisa memberikan perhatian yang lebih terhadap masyarakat, dengan memberikan vitamin, masker, paket sembako, dan biaya rapid test antigen,” tutupnya

(Abu)

Comment

News Feed