by

Dedi Berang kepada PLN, Komisi Dua DPRD Meranti Terima Laporan Masyarakat Di zalimi.

Foto Dedi Yuhara Lubis, Basiran SE dan Syafi’i saat bertemu perwakilan PT. Kondur PSA.

InDepthNewn.id -Komisi dua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti melakukan kunjungan Ke Desa Bagan Melibur Kecamatan Merbau, Dedi Yuhara Lubis, Basiran SE dan Syafi’i selaku Komisi Dua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, menyempatkan diri survei kelapangan ekplorasi Migas, terkait kunjungan kerja Ke Desa Bagan Melibur Kecamatan Merbau pada Selasa (29/06).

Kunjungan kerja tersebut berlangsung Di Gedung STKIP Meranti Desa Bagan Melibur, dan disambut baik oleh SKPD setempat juga dihadiri oleh Humas Perusahaan (PR) PT.Kondur PSA (EMP) dan tokoh Masyarakat setempat.

Usai rapat kunjungan kerja yang membahas masalah Monitoring terkait hubungan Industrial dan Rekrutment tenaga kerja serta dampak lingkungan hidup yang terjadi akibat ekploitasi dan treatment kegiatan yang telah dilakukakan, ketiga Anggota Dewan beserta rombongan langsung menuju ke lokasi kerja tempat kegiatan ekplorasi diwilayah EMP yang tengah berlangsung.

“Saya harap kegiatan ini tidak menimbulkan dampak yang negatif terhadap warga dan lingkungan setempat, yang pada prinsipnya apapun pekerjaan yang dapat menimbulkan hal-hal yang negatif terhadap warga dan lingkungan harus benar-benar dicermati dan diperhatikan oleh pihak pengelola” ungkap Dedi Yuhara Lubis kepada salah seorang perwakilan HSE PT.APS (Health safety Environment) wilayah kerja EMP.

Setelah menyambangi lokasi pekerjaan, Dedi Yuhara Lubis dan rombongan langsung bergegas menuju tempat pemukiman warga setempat  terkait adanya laporan dan keluhan masyarakat mengenai kecilnya voltage PLN yang masuk kesebagian rumah-rumah warga Di Desa Bagan Melibur.

“Kita atas nama Komisi II DPRD Meranti, sangat kecewa terhadap Pimpinan PLN Kecamatan Merbau yang tidak menghargai undangan kita untuk sharing bersama, padahal sebelumnya kita sudah memasukan surat” ujar Dedi.

Tambahnya lagi. “Banyak persoalan yang terjadi ditengah – tengah masyarakat khususnya Di Wilayah Desa Bagan Melibur, sebagaimana disampaikan oleh beberapa perangkat Desa dan tokoh Masyarakat setempat, diantaranya seringnya listrik mati secara tiba-tiba, kabel jaringan PLN yang tidak memenuhi standar,”.

“Masyarakat secara Swadaya membeli kabel untuk aliran listrik dari tiang ke tiang, bahkan setelah tiang-tiang dan kabel terpasang,pihak PLN menyalurkan langsung aliranya listriknya,bahkan parahnya lagi,pimpinan PLN kecamatan Merbau mengatakan,seyogyanya untuk desa Bagan Melibur ini belum layak untuk dialiri listrik. kita mempertanyakan apa maksud ucapan tidak layak untuk dialiri listrik oleh pimpian PLN tersebut,” papar Dedi dengan geram.

“Sebelum Sharing kita laksanakan,saya sudah menelpon pimpinan PLN tersebut,beliau beralasan tidak bisa menghadiri undangan yang telah kita layangkan kepada beliau,dikarenakan beliau sedang berada di desa bandul untuk melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat setempat,menurut kita alasan ini semacam dibuat – buat, awalnya saat dikonfirmasi beliau bersedia, tapi kenyataanya beliau tidak hadir”, tutupnya.

Hingga berita ini diunggah, Media ini belum mendapatkan konfirmasi dari pihak PLN meski telah berulang kali menghubungi via telpon namun enggan diangkat dan belum mendapatkan jawaban terkait perihal tersebut.

(TF.TEKAD)

Comment

News Feed