by

PT. GSI Di Meranti Diduga Telantarkan Ratusan Pekerja Dan Tidak Beri Gaji.

InDepthNews.id (Meranti) –PT.Gelombang Seismik Indonesia (GSI) sebagai kontraktor pengeboran minyak Di Kabupaten Kepulauan Meranti Diduga telantarkan Ratusan Pekerja hingga menunda gaji pekerja Di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Selasa (04/01/2021).

PT. GSI dinyatakan sebagai kontraktor pelaksana kegiatan ini melalui proses tender terbuka di SKK Migas.

Hal tersebut di ungkapkan beberapa pekerja yang menunggu kepastian gaji mereka kepada Media ini, yang notabenenya adalah pekerja yang di bawa dari Pulau Jawa untuk bekerja di PT. GSI. Yang bertinggal di salah satu rumah (Mes yang di sewa PT. GSI) yang berada Di Jalan Dorak, Selatpanjang.

“Kami mau pulang ke Jawa pak, kami gak ada duit lagi pak, ini aja untuk pegangan kita sampai mau jual kelambu pak, gaji kami tidak di kasih sama PT. GSI pak, sudah 12 hari kami di gantung tampa penjelasan pak, alasan PT. GSI bahwa uang mereka tidak cair dari PT. EMP pak, tolonglah kami pak,” ungkap beberapa pekerja.

Berikut penjelasan PT. Energi Mega Persada (EMP) Malacca Strait SA, kepada media ini. Melalui surat oleh Amru Mahalli selaku GPA Div, Manager EMP melalui pesan WhatsApp.

“Terkait aksi dari para pekerja (kru) PT GSI yang menuntut masalah pembayaran gaji, maka disampaikan bahwasanya antara EMP Malacca Strait sebagai pemberi kerja dengan PT GSI sebagai penerima kerja, sudah dilakukan pembayaran untuk pekerjaan seismic sesuai kontrak yang disepakati. Adanya kekisruhan yang terjadi merupakan masalah internal antara pekerja (kru) dengan PT GSI, yang mesti mereka selesaikan,” paparnya.

“EMP Malacca Strait SA, berharap agar masalah tersebut dapat diselesaikan secara musyawarah untuk mendapatkan kesepakatan antar pihak, sehingga tidak mengganggu operasional kegiatan seismic di lapangan. Demikian informasi ini disampaikan, terima kasih,” tutupnya.

Hingga berita ini di unggah. Maruka selaku Humas PT. GSI tidak merespon konfirmasi (terkesan bungkam) saat di hubungi media ini Melalui pesan via WhatsApp pribadinya, seperti yang kita ketahui Pesan tersebut telah ceklis dua biru yang artinya telah di baca.

(BATUBARA).

Comment

News Feed