by

LM2R Sebut Bupati Meranti Pengecut Dan Preman TK Terkait One-Way Dan Honorer.

InDepthNews.id (Meranti) –Lembaga Muda Melayu Riau (LM2R) lakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau terkait Penolakan kebijakan Bupati mengenai Penerapan Jalan satu arah (One Way) Di Kota Selatpanjang dan penempatan Honorer di setiap persimpangan jalan yang dinilai tidak berperikemanusiaan, pada Selasa (02/11/2021).

Dalam orasinya LM2R, Jefrizal selaku Ketua Umum menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan Bupati yang dinilai sangat Arogan dan tidak memiliki dasar hukum yang jelas dalam penerapan jalan satu arah.

“Kami meminta kepada Bupati untuk kebijakan Jalan satu arah, kami tau Bupati kalian pengecut, karena kenapa, karena landasan SK dan Perda yang digunakan untuk Jalan satu arah tidak ada sama sekali, hanya intruksi – intruksi air liur basi, supaya takut apabila terjerat Hukum, Inilah yang dilakukan Bupati kita, Bupati yang memalukan ini,” ungkapnya dalam orasi tersebut.

“Untuk itu, kita tantang dia (Bupati/Red) untuk adu argumen bersama, kita membahas regulasi apa yang digunakan untuk mewajibkan (Honorer/Red) tegak – tegak ditengah Jalan itu, kami yakin dan percaya, ini demi Marwah dan martabat tanah jantan,” ujarnya.

Dalam orasi tersebut, Jefrizal juga sebut Bupati Adil tidak berprikemanusiaan terhadap Honorer yang ditugaskan Di setiap simpang di Kota Selatpanjang, dan mengecam, kutuk prilaku Bupati, hingga dia menyebutkan Bupati Adil bersifat Preman T41k Kucing (TK).

“Ini adalah ketidak berprikemanusiaan, oleh karena itu, kita mengecam dan mengutuk keras prilaku Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, kami bukan bagian dari honorer, kami bukan bagian dari ASN (Aparatur Negeri Sipil), kami bukan pemain dari kontraktor,” paparnya.

“Kawan kami Honorer, sabar kawan – kawan, kami akan terus menyuarakan (Aspirasi) kalian, Meskipun kalian takut untuk melawan Kediktatoran Bupati kalian, kami tidak perlu berlama, karna kami sadar dan percaya, Karna yang kami hadapi saat ini adalah Bupati pengecut, Bupati preman – preman T41k Kucing (TK),” tutupnya.

Aksi itu diakhiri dengan penyiraman beras kunyit Ke Gedung Kantor Bupati untuk tolak bala oleh pengurus LM2R yang hadir dan aksi unjuk rasa itu berjalan cukup kondusif dan damai serta dijaga oleh aparat kepolisian dari Polres Meranti.

(BATUBARA).

Comment

News Feed