by

Langgar Aturan Permen KP, Aman: Usut Tuntas Oknum-oknum Yang Terlibat Dalam Beroperasinya Kapal Pukat di Wilayah Kepri

InDepthNews.Id (Tanjungpinang) – Berdasarkan laporan nelayan tradisional terkait patroli yang di lakukan pangkalan PSDKP Batam beberapa hari yang lalu bahwa petugas patroli PSDKP Batam tidak menangkap pukat trol alias pukat harimau malah menyuruh pulang kapal – kapal pukat trol.

Padahal dalam aturan pemerintah dalam Permen KP No.18 tahun 2021 mengatur tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia dan Laut Lepas serta Penataan Andon Penangkapan Ikan. Di dalam aturan di tegaskan pukat trol tidak di perbolehkan beroperasi.

Hal ini membuat Aman Simatupang angkat bicara Menurut aman patroli yang di lakukan pangkalan PSDK Batam tidak menjalankan amanah permen KP Nomor 18 tahun 2021 dan terkesan adanya permainan.

“PSDKP Batam Tidak Menjalankan Amanah Permen KP Nomor 18 Tahun 2021, saya menduga ini ada kesan permainan antar mereka,” ungkap Aman

Menurut Aman Kapal tarik ini sudah beroperasi operasi kembali melakukan ilegal fishing, diharapkan APH (Aparat Penegak Hukum) Perikanan Laut dan terkait lainnya melakukan penangkapan terhadap kapal kapal tersebut sehingga semua kapal tarik tersebut berhenti beroperasi ditengah laut Perairan kepri.

“Akibatnya dari kejadian itu ratusan nelayan jaring dan lainnya kurang kepercayaan terhadap pangkalan PSDKP terkesan pertugas diduga main mata dengan toke-toke kapal pukat trool, ” Jelasnya Lagi

Di akhir pembicaraan aman meminta kepada penegak hukum untuk mengusut tuntas oknum- oknum pemerintah yang terlibat dalam beroperasi nya kapal pukat trool di perairan Kepri dan menindak tengkulak – tengkulak ikan yang menampung hasil tangkapan illegal fishing khususnya tengkulang yang ada di plantar 1,sekitaran KUD pasar Tanjungpinang.

“Meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas oknum-oknum pemerintah yang terlibat dalam operasi nya kapal-kapal pukat trool di perairan Kepri,”jelasnya

(Budi)

Comment

News Feed