by

Jadikan Lingga Sebagai Destinasi Wisata Nusantara dan Mancanegara, Bupati Lingga Lakukan Pertemuan Dengan BPPD Provinsi Kepri.

InDepthNews.id (Lingga) – Dalam upaya menjadikan Kabupaten Lingga Sebagai daerah tujuan wisata yang wajib dikunjungi bagi wisatawan nusantara dan mancanegara. Bupati Lingga M. Nizar didampingi oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Lingga Maratusholiha Muhammad Nizar melakukan pertemuan dengan sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Kepulauan Riau Sumiaty Marzuki, bersama Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga beserta Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga beserta jajaran dan juga dihadiri oleh GenPI Kabupaten Lingga.

Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari langkah-langkah yang telah dilakukan untuk menjadikan Kabupaten Lingga Sebagai daerah tujuan wisata yang wajib dikunjungi bagi wisatawan nusantara dan mancanegara.

Dalam pertemuan tersebut Bupati lingga mengharapkan kerjasama dan sinergi yang baik antara Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga dan Provinsi Kepulauan Riau untuk kemajuan Pariwisata di Lingga, khususnya Wisata Sejarah dan Wisata Religi.

“Lingga bukan hanya sekedar Bunda Tanah Melayu, tetapi juga Negerinya para sultan”, ujar Nizar

Nizar berharap kedepannya ada langkah-langkah strategis dilakukan demi mewujudkan Pariwisata Lingga yang lebih maju.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, Maratusholiha Nizar memaparkan terkait UMKM Lingga dan peluang pengembangan UMKM di Kabupaten.

Karena menurutnya, Kabupaten Lingga memiliki potensi UMKM yang besar dan belum tergarap maksimal. Dan dia pun berencana mengangkat khazanah warisan budaya Tudung Manto dan Batik Lingga.

“Tudung Manto itu warisan budaya tak benda (WBTB) nasional asal Kabupaten Lingga yang ditetapkan pemerintah pusat dan juga sudah ada HAKI-nya dari Kementerian Hukum HAM. Saya ingin mempromosikan secara liluas agar orang tahu bahwa inilah khazanah warisan budaya kami. Berbagai upaya akan kita lakukan agar ke depannnya Tudung Manto dan Batik Lingga makin eksis,” papar dia.

Selain itu, Dekranasda juga akan menginventarisasi dan mengkaji tentang potensi UMKM hingga tingkat desa. Dia berharap setiap desa mampu menciptakan produk (one village one product). Seperti anyaman dari rotan yang bisa berkembang di Desa Kelumu. Anyaman rotan juga sudah ditetapkan jadi WBTB Indonesia asal Kabupaten Lingga, dan Batik Lingga serta makanan-makan tradisional dan oleh-oleh jajanan yang lebih kekinian yang berbahan sagu yang bisa dijadikan oleh-oleh dari Kabupaten Lingga.

“UMKM Kabupaten Lingga saya yakin akan tumbuh dan tangguh selagi kita terus bekerja keras. Kuncinya pada pendataan UMKM yang akurat, mencari solusi permasalahan yang ada dan membuka setiap peluang yang ada. Kita manfaatkan kemajuan dunia teknologi informasi dalam pengembangan UMKM. Dunia digital, dunia online jadi peluang,’ jelas dia

Ditempat yang sama Sekretaris BPPD Kepri, Sumiaty Marzuki menyampaikan bahwa BPPD Kepri mempunyai dua unsur, yakni unsur pengambil kebijakan dan unsur pelaksana.

Unsur pelaksana itu terkait mengeksekusi program-program pariwisata yang akan dilaksanakan oleh Kabupaten dan Kota se-Provinsi Kepri.

“Kita mengharapkan kegiatan-kegiatan promosi pariwisata bisa lebih baik dari sebelumnya,” tutupnya

(Abu)

Comment

News Feed