by

Diduga Kades Tanjung Darul Takzim Terindikasi Mafia Lahan. Terbitkan SKT Sesuka Hati.

InDepthNews.id (Meranti) –Adanya Dugaan Indikasi Mefia Lahan yang di lakukan oleh Kepala Desa Tanjung Darul Takzim Kabupaten Kepulauan Meranti, yang menerbitkan Surat Keterangan Tanah (SKT) secara sepihak Tanpa adanya sesuai aturan yang berlaku. Rabu 15/12/2021.

Hal tersebut terendus oleh media ini, hingga melakukan Investigasi mendalam terkait hal tersebut, ternyata benar adanya, BS selaku Kepala Desa Tanjung Darul Takzim menandatangani SKT yang Di terbitkan olehnya Tanpa adanya tanda tangan sepadan dan tidak sesuai dengan surat dasar sebelumnya.

ML selaku pewaris lahan orang tuanya yang di serobot oleh orang yang tidak dia kenali menjelaskan kepada media ini bahwa Dilahannya telah diterbitkan surat oleh Kepala Desa Tanjung Darul Takzim tanpa sepengetahuan keluarganya dan Kades tersebut tidak mengakuinya. Namun ML memiliki bukti yang jelas kebenarannya (surat dasar).

“Kades tu janji – janji aja, kemarin dia janji Sabtu Minggu lalu, ni dia janji lagi hari Minggu ni, dia tu macam tak mau jumpa, kita dah punya bukti semuanya surat – surat dasar dan surat SKT yang baru yang dia terbit kan tu, kades tu tak mengakui kalau dia terbit kan SKT atas nama orang lain,” ujarnya.

“Kalau saya dengar cerita dia, dia tu tak tau kalau kita sudah pegang buktinya, itu baru masalah lahannya baru tu, belum lagi kita masalahkan kades tu memanen batang sagu di lahan kita tu selama ini, main panen aja, tak ada permisi sama kita selaku pemilik lahan,” paparnya.

Disamping itu, Tim media ini Mengkonfirmasi terkait hal tersebut kepada BS (inisial) selaku Kepala Desa Tanjung Darul Takzim, dan dia membenarkan adanya penerbitan SKT yang di terbitkan olehnya, namun dia membantah kebenaran penerbitan SKT tersebut adalah lahan milik orang lain.

“Memang kemarin ada yang meminta di selesaikan masalah tanah itu, tapi tak tau pulak sampai Media (Wartawan) tau seperti ini, dalam hal ini memang masih tanggung jawab saya, untuk menyelesaikan, karna itu tetap wilayah saya dan itu juga warga saya,” ungkap BS.

Ditambahkan BS bahwa saat Ini dia masih berada di luar kota, dan rencananya pada hari Sabtu nanti dia akan memanggil yang bersangkutan (pewaris lahan), untuk melakukan penyelesaiannya.

“Kalau bisa kita selesaikan secara kekeluargaan lah, kitakan masih bisa semuanya di bahas secara kekeluargaan, kita musyawarahkan lah secara kekeluargaan, kita ni kan bukan ada orang lain, kita semuakan bersaudara,” harapnya.

“Lahan tu memang tidak ada ganti ruginya, seandainya dia ada surat dasar kita perbaiki lah, macam mana kira – kira solusi keluarnya, oke lah ada tumpang tindih, tapi tumpang tindih yang macam mana, kalau itu salah saya bisa tarik surat itu, surat yang saya terbit kan itu tak banyak lah, cuma sepuluh jalur aja,” tutupnya.

Adapun sebagaimana diketahui saat ini, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo sedang giat-giatnya untuk memberantas mafia lahan. Bahkan Kapolri pun memerintahkan jajarannya untuk tidak Ragu Usut Siapa Pun Beking Mafia Tanah.

(BATUBARA).

Comment

News Feed