by

Belum Genap Setahun. Tenda Harga Fantastis Ambruk.

InDepthNews.id -Masyarakat Pulau Duyung, Kecamatan Katang Bidara, Kabupaten Lingga heran bercampur bingung, pasalnya tenda yang belum genap setahun dibeli dengan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2020 seharga Rp. 30 Juta, roboh ketika dipakai untuk hajatan.

Robohnya tenda yang berharga Rp.30 juta itu, akhirnya memunculkan polemik dimasyarakat, jenis tenda seperti apa yang dibeli oleh pak Kepala Desa (Kades) bisa semahal itu, tetapi mudah sekali rusak.

Foto Tenda seharga RP. 30.000.000.

“Setahu kami, tenda itu Pak Kades sendiri yang membelinya di batam, sebanyak 2 buah tenda dan berdasarkan laporan keuangan DD harga tenda itu Rp.30 juta,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya kepada media ini, Sabtu (15/5/2021).

“Tetapi mengapa tenda semahal itu, cepat sekali rusak, seharusnyakan kokoh dan tahan lama,” tambah warga tersebut.

Diceritakannya, awal dia mengetahui bahwa tenda tersebut rusak ketika dipinjam oleh warga Desa Pulau Medang untuk hajatan, dan pada saat itu informasinya, turun hujan dan merobohkan tenda itu.

“Kalau memang tenda semahal itu seharusnya besi yang digunakan untuk membuat tenda itu pastilah besi bagus sehingga tidak mudah rusak, tetapi kenyataannya mengapa baru kena hujan sedikit saja sudah roboh, inilah yang membuat kami masyarakat bertanya-tanya, berapa sebenarnya harga tenda tersebut,” tanya warga itu lagi.

Dia, meminta, agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segera meng-audit, kebenaran harga tenda tersebut, karena sampai saat ini, hal itu membuat masyarakat terus bertanya-tanya kebenaran harga tenda itu.

“Seharusnya, di auditlah, benar tidak harga tenda seperti itu harganya sampai Rp.30 juta” saran warga itu.

Pjs. Kades Pulau Duyung, Naswir yang dikonfirmasi media ini terkait pengadaan tenda hajatan yang menggunakan DD, mengakui bahwa harga tenda yang dibelinya seharga Rp.30 juta dan menggunakan Dana Desa…” Iya, Harganya (tenda) seharga Rp.30 juta,” ujar Naswir yang di Konfirmasi wartawan media ini.

Sementara itu, berdasarkan pantauan media ini, tenda hajatan yang menjadi polemik tersebut di simpan di gudang kantor Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pulau Duyung Kabupaten Lingga, dengan jenis besi kalpanis, dengan las-an yang sudah korosi dan panjang tenda kurang lebih 3 Meter.

(Zahari)

Comment

News Feed